Hasil Kajian tematik 9 zulhijjahh

0
21

kajian tematik 9 dzulhijah1. Perintah Awal Berkurban

Pada mulanya, Adam dan Hawa tinggal di surga dengan segala kenikmatan dan keindahannya. Akan tetapi, mereka melanggar perintah Allah, sehingga dicampakkan dan diturunkan ke bumi sebagai khalifah di bumi, menggantikan bangsa jin. Karena makanan bagi bangsa jin adalah tulang dan kotoran, tidak heran jika sesampainya di bumi, Adam dan Hawa menemukan tulang-belulang yang berserakan. Mereka tiba di bumi dalam keadaan yang saling terpisahkan, hingga pada akhirnya dipertemukan kembali di sebuah tempat, yaitu Jabal Rahmah. Selama itu, Hawa pernah hamil sebanyak dua puluh kali dan selalu melahirkan anak kembar laki-laki dan peremuan dengan jumlah anak sebanyak empat puluh orang.
Untuk melanjutkan keturunan, mereka bersepakat untuk menikahkan anak-anak mereka secara silang, seperti menikahkan Qabil dengan Iqliniyah dan Habil dengan Layuda. Pada masa tersebut muncullah rasa kecewa dari Qabil karena mendapat perempuan yang dianggapnya kurang cantik parasnya. Lalu, Allahpun memerintahkan anak Adam untuk berkurban sesuai dengan isi Almaidah ayat 27.
Pada awalnya, secara bahasa, semua ibadah adalah kurban. Qabil, sebagai petani yang berjiwa musuh dan berhati busuk berkurban gandum busuk, sedangkan Habil yang seorang peternak berkurban kambing yang paling bagus. Dalam kisah ini terlihat bahwa diantara kedua orang tersebut, Habil lah yang ikhlas untuk berkurban. Sebagai bukti diterimanya kurban Habil, seketika datanglah api dari langit yang menyambar daging kurban Habil. Kambing tersebut lalu diturunkan kembali pada peristiwa kurban kedua, ketika penyembelihan Ibrahim terhadap Ismail.
Kecemburuan Qabil juga tecermin dari sikap dan perilakunya yang terus berusaha untuk membunuh Habil, hingga pada akhirnya Habil pasrah dan berkata, “Kalau kau memang serius membunuhku, sesungguhnya aku tidak akan ikut atau membalas untuk membunuhmu. Wahai kakaku, sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam.”.
Suatu siang, ketika sang adik menggembalakan kambing, Qabil menghantamkan batu pada kepala adiknya hingga berlumuran darah dan berujung pada kematian Habil. Ia pun kebingungan dalam mengurus jenazah karena pada masa itu belum pernah ada orang yang meninggal. Datanglah burung gagak yang mengubur bangkai burung lainnya. Qabilpun mencontoh perbuatan gagak tersebut.
Dari kisah gagak tersebut, dapat diketahui bahwa barang siapa menjadi yang pertama dalam menunjukkan kebaikan, ia layaka mendapatkan pahala dari amalan tersebut. Orang yg mencontoh perbuatan tersebut juga akan mendapat pahala tanpa mengurangi pahala orang yang mecontohkannya. Sebaliknya, barang siapa mencontohkan perbuatan jelek, seperti orang yg mencontohkan pembunuhan, ia harus menanggus dosa-dosa pembunuhan yang terjadi di dunia sampai hari kiamat.

2. Tentang Kurban

Perintah sholat dan berkurban datangnya langsung dari Allah SWT. Kurban pada mulanya disebut Nahr, yang secara bahasa artinya menyembelih onta. Onta, sapi, kerbau lembu, kambing, domba dapat digunakan sebagai sarana berkurban, tetapi kuda tidak diperbolehkan.
Umur hewan kurban sangat bervariasi, yaitu onta berumur lima tahun, sapi dan kerbau minimal dua tahun, sedagkan kambing berumur satu tahun.
Seekor kambing kurban disebut baik apabila memiliki warna putih bersih, sedangkan jika berwarna abu-abu atau semakin gelap, artinya tingkat kebaikan secara fisik telah menurun. Hewan kurban dikatakan cacat dan tidak layak kurban apabila buta, pincang, tua, sedangkan hewan kurban dengan kondisi cacat pada sebagian telinga atau tanduk hanya akan mengurangi pahala kurban itu sendiri. Apabila hanya terdapat cacat atau luka pada hidung dan ekor, ibadah dan pahala orang yang berkurban tidak terpengaruh.
Perlu diketahui bahwa kurban adalah sarana ibadah bagi orang-orang yang bertakawa, bukan mereka yang menjadikan kurban sebagai ajang pamer kekayaan. Tak banyak orang mneyadari bahwa banyak amalan besar yang berubah menjadi kecil pahalanya karena dirusak oleh niat.
Selain niat, muslim juga dilarang menjual apapun hasil kurban karena seluruh anggota tubuh hewan tersebut sesungguhnya sudah dikurbankan untuk Allah SWT. Tidak ada standardisasi proporsi pembagian daging. Hasil kurban dapat dinikmati oleh siapapun dengan jumlah berapapun. Akan tetapi, prioritas pembagian daging kurban jika diurutkan yaitu diawali dengan anggota keluarga orang yang berkurban, tetangga terdekat, karib, dan fakir miskin. Hak tetangga sangat besar apalagi jika tetangga tersebut adalah kerabat yang fakir. Orang-orang kafir seperti kafir zidni yang senantiasa membayar upeti, kafir muahad yang menggunakan visa perjanjian bilateral, kafir mustakmal yang mendapat jaminan keamanan negara, serta kafir hardi yang dengan frontal memerangi muslim juga berhak mendapatkan daging kurban.

3. Kasus

Ada kasus dimana seorang muslim yang hidupnya pas-pasan ingin berkurban, sehingga harus berhutang. Dalam hal ini, perlu dicermati bahwa kurban adalah ibadah sunnah, sedangkan membayar utang adalah wajib. Orang yang mampu, tetapi tidak berkurban pun tidak berdosa, tetapi ia tercela.
Lalu, bagaimana jika ada muslim yang ingin berkurban atas nama keluarga besar atau orang yg sudah meninggal? Tidak masalah, ibadah tersebut atas nama pribadi, tetapi pahala mengalir ke keluarga besar. Prinsipnya, jika seorang muslim beribadah atas nama orang lain, harus ada izin dari orang yang diwakilkan tersebut. Petanyaannya, bagaimana cara mendapat izin dari orang yang sudah meninggal? Wallahualam Sapi lebih besar, tp lebih baik kambing krn :
Bagaimana jika ada muslim yang ingin berkurban, tetapi disatukan dengan akikah? Tentu saja hal ini melanggar syariat. Perlu diketahui bahwa hewan aqiqah wajib berupa kambing, dan hukum aqiqah adalah wajib bagi orang tua untuk menghidangkannya dalam bentuk sajian matang. Berbeda dengan kurban yang sifatnya sunnah dan dapat didistribusikan dalam keadaan mentah.
Orang-orang yang hendak berkurban sesungguhnya dilarang memotong kuku dan rambut dan mengupah tukang jagal, karena pejagal tidak atas upah penyembelihan kurban.

#kajian tematik
#jmme
#jmmemenginspirasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here