Berbahagialah Menjadi Pemuda yang Terasing

0
260
Berbahagialah Menjadi Pemuda yang Terasing

Berbahagialah Menjadi Pemuda yang TerasingAsing.Bukan pilihankata yang baik, cenderung tidak enak, ter-isolasi, penuh kebosanan, tak ada teman dan lain-lain, silahkan pikirkan kalimat selanjutnya untuk mendeskripsikan kata “asing” tersebut. Namun ada esensi lain dibalik kata “Asing” ini. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).

Al Qadhi ‘Iyadh menyebutkan makna hadits di atas sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi,

أَنَّ الإِسْلام بَدَأَ فِي آحَاد مِنْ النَّاس وَقِلَّة ، ثُمَّ اِنْتَشَرَ وَظَهَرَ ، ثُمَّ سَيَلْحَقُهُ النَّقْص وَالإِخْلال ، حَتَّى لا يَبْقَى إِلا فِي آحَاد وَقِلَّة أَيْضًا كَمَا بَدَأَ

“Islam dimulai dari segelintir orang dari sedikitnya manusia. Lalu Islam menyebar dan menampakkan kebesarannya. Kemudian keadaannya akan surut. Sampai Islam berada di tengah keterasingan kembali, berada pada segelintir orang dari sedikitnya manusia pula sebagaimana awalanya. ” (Syarh Shahih Muslim, 2: 143)

Ketika engkau berjalan menuju masjid dengan percaya diri, sementara kawan-kawanmu bersuka ria di lorong-lorong kampus, pinggir jalan bersama pasangan-pasangan mereka

Ketika engkau datang ke sebuah pengajian ,menggali ilmu dan pemahaman , sementara teman-temanmu berbaur dalam suatu tempat mendengarkan musik-musik dan ngobrol tidak jelas

Ketika di antara wanita ada yang menutup aurat sempurna bahkan sampai mengenakan cadar, kian dikucilkan

Bahkan berakhlak jujur, ingin mengikuti ajaran sesuai tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan ingin menjauhi kesyirikan, sama halnya kian terasing

Itulah keterasingan Islam saat ini. Namun tak perlu khawatir, berbanggalah menjadi orang yang asing selama berada dalam kebenaran. Thuba lil ghurobaa

Berbahagialah kawan ketika kita termasuk dalam segelintir orang yang berada di jalan Allah itu. Janganlah takut memperjuangkan agama Allah yang kian lama kian padam. Menjadi obor dakwah ditengah miskinya pengamalan islam di akhir zaman ini. Walaupun kita sendirian, terasing, dikucilkan, dan jauh dari hiruk-pikuk duniawi, akan tetapi ingatlah kampung akhirat jauh lebih mulia dan pertolongan Allah jauh lebih dekat.

Wallahu a’lam

Sumber:

Berbahagialah Orang yang Terasing

http://www.dakwatuna.com/2013/06/27/35868/dicari-pemuda-kahfi/#axzz4ZbqZ6nBL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here